Kontak Kami

Selamat berbelanja, Shopper!

Buka jam 09.00 s/d jam 20.00 , diluar jam kerja bisa telpon kita bisa bantu tetap melayani, kecuali Hari Besar Tutup
Selamat Datang di Jokotole Collection " Rumah UMKM Madura" Kunjungi wisata oleh-oleh Madura !!! JC Terimakasih atas kunjungan anda di galeri kami JOKOTOLE collection, Rumah UMKM Madura, Oleh-oleh khas Madura
Beranda » Koperasi » Anggaran Dasar

Anggaran Dasar

KOPERASI SERBA USAHA SYARIAH Jokotolecollection
Jl. Kini Balu, Martajasah, Kab Bangkalan, Jawa Timur 69161
http://jokotolecollection.com/
email: galeribatik@jokotolecollection.com
Hp. 081805111811 / 085335878746

BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA

Pasal 1
1. Koperasi ini bernama Koperasi Serba Usaha Syariah Jokotole Collection atau di singkat KSU Syariah-JC
2. KSU Syariah-JC berkedudukan di Desa Martajesah Kec. Bangkalan Kabupaten Bangkalan
3. Wilayah kerja KSU Syariah-JC meliputi daerah Kabupaten Bangkalan

BAB II
LANDASAN,AZAS, DAN TUJUAN

Pasal 2
1. KSU Syariah-JC berlandaskan Islam, falsafah dan Undang-undang Dasar negara Indonesia yang berlaku
2. KSU Syariah-JC mengacu pada visi, misi, dan nilai-nilai Yayasan UMKM Madura Jokotole Collection
3. KSU Syariah-JC berazaskan musyawarah dan gotong royong
4. KSU Syariah-JC bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan mendorong
upaya membangun ekonomi umat pada umumnya

BAB III
PERAN, PRINSIP, DAN SISTIM

Pasal 3
1. KSU Syariah-JC berperan serta secara aktif untuk memperkokoh perekonomian anggota khususnya dan umat pada umumnya
2. KSU Syariah-JC melaksanakan prinsip koperasi sesuai dengan Undang-undang koperasi nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian
3. Dalam operasinya, KSU Syariah-JC memakai sistim bagi hasil berdasarkan syari’ah

BAB IV
USAHA

Pasal 4
Untuk mencapai tujuan tersebut, KSU Syariah-JC melakukan usaha-usaha sebagai berikut:
1. Pemupukan modal yang berasal dari anggota
2. Memberikan pelayanan pembiayaan kepada anggota untuk tujuan peningkatan kesejahteraan anggota
3. Mengusahakan program pendidikan kewirausahaan bagi anggota untuk menambah pengetahuan tentang cara berusaha dan keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan para anggota
4. Kerjasama dengan BMT, koperasi, atau lembaga lainnya dalam peningkatan pengembangan
5. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan azas dan tujuan KSU Syariah-JC

BAB V
KEANGGOTAAN

Pasal 5
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Yang diterima menjadi anggota Koperasi adalah yang memenuhi syarat-syarat berikut:
(a) Perseorangan yang mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan
hukum
(b) Mereka yang komit dengan nilai-nilai yang berlaku di KSU Syariah-JC
(c) Menyetujui isi AD dan ART serta ketentuan KSU Syariah-JC lainnya

Pasal 6
1. Seorang calon anggota harus mengajukan permohonan dengan mengisi formulir keanggotaan serta membuka rekening simpanan mudharabah sukarela, membayar simpanan pokok, dan simpanan wajib
2. Keanggotaan dinyatakan sah jika yang bersangkutan sudah terdaftar di dalam buku induk anggota
3. Keanggotaan tidak dapat dipindah-tangankan kepada siapapun

Pasal 7

1. Keanggotaan berakhir, bilamana anggota:
(a) Meninggal dunia
(b) Berhenti atas kehendak sendiri
(c) Diberhentikan oleh pengurus atau pengelola, apabila:
• Tidak melaksanakan kewajibannya sebagai anggota
• Menyalahgunakan haknya sebagai anggota
• Melakukan tindakan yang merugikan KSU Syariah-JC
• Melakukan tindakan yang merusak citra KSU Syariah-JC

Pasal 8
1. Anggota terdiri dari:
(a) Anggota penuh
(b) Anggota biasa
2. Selain anggota tersebut di atas, disebut sebagai nasabah
3. Anggota penuh dan anggota biasa adalah juga sebagai nasabah
4. Kriteria keanggotaan dan nasabah diatur dalam ART

BAB VI
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 9
1. Setiap anggota berhak:
(a) Menyampaikan usul secara tertulis
(b) Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota yang diatur dalam ART
(c) Mendapat sisa hasil usaha sesuai dengan simpanannya pada KSU Syariah-JC yang diatur dalam ART
2. Khusus anggota penuh berhak :
(a) Memilih dan dipilih sebagai pengurus
(b) Menela’ah laporan KSU Syariah-JC yang disampaikan pengelola
3. Nasabah berhak mendapatkan bagi hasil sesuai dengan simpanannya

Pasal 10
1. Setiap anggota wajib :
(a) Mentaati ketentuan AD, ART
(b) Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan KSU Syariah-JC
(c) Menggalang Ukhuwah Islamiyah sesama anggota KSU Syariah-JC

BAB VII
RAPAT ANGGOTA

Pasal 11
1. Rapat Anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam KSU Syariah-JC dimana setiap anggota wajib menghadirinya.
2. Rapat pembentukan KSU Syariah-JC merupakan rapat anggota pertama dengan menanda tangani akad anggota
3. Rapat Anggota dilakukan minimum setahun sekali atas dasar undangan yang disampaikan oleh Pengurus
4. Rapat Anggota dapat pula diselenggarakan atas kehendak Pengurus
5. Setiap anggota mempunyai satu suara
6. Setiap keputusan dalam rapat anggota diambil secara musyawarah untuk mufakat, dengan menjunjung tinggi syari’ah Islam. Jika tidak dicapai mufakat, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari anggota yang memiliki hak suara yang hadir di dalam rapat.
7. Tanggal, tempat dan acara rapat anggota disampaikan oleh Pengurus dalam undangan rapat

Pasal 12
1. Rapat anggota sah jika dihadiri lebih dari separuh jumlah anggota
2. Jika rapat anggota tidak dapat berlansung karena tidak memenuhi korum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pasal ini, maka rapat anggota ditunda selama tujuh (7) hari dengan pemberitahuan tertulis kepada anggota.
3. Apabila yang terdapat pada ayat 2 dalam pasal ini tidak dapat dicapai, maka setelah diadakan penundaan selama satu jam dan telah melaksanakan ayat 2 pasal ini, rapat dapat dilaksanakan dan dianggap sah adanya.
4. Anggota yang tidak dapat hadir dalam rapat anggota dapat diwakilkan suaranya kepada anggota yang lain secara tertulis.
5. Perubahan AD/ART KSU Syariah-JC dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Anggota

BAB VIII
PENGURUS

Pasal 13
1. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota
2. Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota
3. Pengurus terdiri dari:
(a) Ketua
(b) Wakil Ketua
(c) Sekretaris
(d) Anggota (jumlahnya ditentukan berdasarkan kebutuhan)
4. Syarat umum untuk dapat dipilih menjadi pengurus ditentukan dalam ART

Pasal 14
1. Masa Jabatan pengurus adalah 5 tahun dan dapat dipilih kembali
2. Pergantian atau permintaan penggantian Pengurus inti (Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris) termasuk sebelum habis masa jabatan hanya dapat dilaksanakan dalam rapat anggota atas permintaan sekurang-kurangnya ½ dari anggota dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota yang hadir. Permintaan penggantian pengurus harus disampaikan secara tertulis. Pengurus baru ditentukan pada saat rapat anggota tersebut.
3. Penggantian pengurus lain (anggota) dapat dilakukan oleh Rapat Pengurus Inti dan Anggota yang lain dan disetujui oleh seluruh Pengurus.
4. Rapat anggota dapat memberhentikan dan mengganti pengurus setiap waktu bila:
(a) Pengurus melakukan kecurangan atau merugikan KSU Syariah-JC
(b) Pengurus tidak mentaati Undang-undang perkoperasian atau AD, ART KSU Syariah-JC
(c) Atas permintaan sendiri
5. Bila seseorang Anggota pengurus berhenti atas permintaan sendiri sebelum habis masa jabatannya maka pengurus yang lain dapat menunjuk pengganti sementara sampai habis masa jabatan kepengurusan tersebut

BAB IX
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS

Pasal 15
1. Pengurus berhak untuk:
(a) Memimpin organisasi KSU Syariah-JC
(b) Menunjuk pengelola yang professional
(c) Melakukan semua perbuatan hukum untuk dan atas nama KSU Syariah-JC
(d) Membuat rencana kerja dan anggaran tahunan
(e) Menyelenggarakan rapat anggota
2. Pengurus dalam melaksanakan tugas, berkewajiban:
(a) Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengelolaan KSU Syariah-JC
(b) Mengadakan rapat pengurus dengan pengelola minimal 1 kali satu bulan untuk mengevaluasi pelaksanaanoperasional KSU Syariah-JC
(c) Memberikan laporan pertanggung jawaban pada rapat anggota
(d) Berpedoman pada AD, ART, dan keputusan lainnya
3. Pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota KSU Syariah-JC
4. Pengurus selama memegang jabatan tidak mendapat gaji, namun bisa menerima bonus

BAB X
PENGAWAS SYARI’AH

Pasal 16
Pengawas Syari’ah :
• Dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota
• Bertanggung jawab pada anggota
• Paling banyak terdiri dari 3 orang
• Dipilih untuk masa jabatan 5 tahun
• Selama memegang jabatan tidak mendapat gaji, namun bisa menerima bonus
• Melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan KSU Syariah-JC agar tetap sesuai dengan syari’ah Islam

BAB XI
PENGELOLA

Pasal 17

1. Pengelola adalah tenaga profesional untuk menjalankan operasi sehari-hari
2. Pengelola dipilih dan diangkat oleh pengurus
3. Tugas, wewenang, tanggung jawab, gaji, dan pendapatan diatur dalam ART

BAB XII
SUMBER DANA DAN PEMBIAYAAN

Pasal 18
Sumber dana KSU Syariah-JC terdiri dari dana sendiri dan pinjaman
1. Sumber dana sendiri terdiri dari:
(a) Simpanan pokok khusus atau saham (syarik)
(b) Simpanan pokok
(c) Simpanan wajib
(d) Hibah dan wakaf
(e) Infaq, sedekah
(f) Sisa hasil usaha yang dicadangkan
2. Dana pinjaman terdiri dari:
(a) Simpanan Mudharabah
(b) Investasi
(c) Investasi khusus (Mudharabah Muqayadah)
(d) Wadiah
(e) Sumber lainnya yang sah

Pasal 19
1. Pembiayaan terdiri dari berbagai jenis sebagaimana disebutkan dalam ART
2. Setiap anggota berhak mengajukan pembiayaan pada KSU Syariah-JC
3. Pengurus dan pengelola berhak menerima atau menolak usulan pembiayaan tersebut
dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan

Pasal 20
1. Ketentuan mengenai sumber dana dan pembiayaan diatur dalam ART

BAB XIV
SIMPANAN ANGGOTA

Pasal 21
1. Setiap anggota penuh dan anggota biasa wajib menyimpan atas namanya sendiri pada KSU Syariah-JCberupa simpanan pokok sebagaimana ditetapkan dalam ART. Uang simpanan pokok ini dibayar sekaligus pada waktu mengajukan permohonan menjadi anggota
2. Setiap anggota penuh dan anggota biasa wajib menyimpan atas namanya sendiri pada KSU Syariah-JCberupa simpanan wajib sebagaimana ditetapkan dalam ART. Uang simpanan wajib ini dibayar setiap bulan
3. Setiap anggota penuh wajib menyimpan atas namanya sendiri pada KSU Syariah-JC berupa simpanan pokok khusus (saham) sebagaimana ditetapkan dalam ART. Uang simpanan wajib ini dibayar minimal satu kali
4. Setiap anggota wajib menyimpan atas namanya sendiri pada KSU Syariah-JCberupa simpanan mudharabah, atau investasi, ataupun wadiah sebagaimana ditetapkan dalam ART. Uang simpanan ini dapat disetor tanpa pembatasan

Pasal 22
1. Uang simpanan pokok khusus, simpanan pokok, simpanan wajib tidak dapat diminta kembali selama anggota tersebut belum berhenti sebagai anggota KSU Syariah-JC
2. Uang simpanan mudharabah, investasi, atau wadiah dapat ditarik kembali sesuai dengan peraturan KSU Syariah-JC

Pasal 23
1. Apabila anggota meninggal dunia maka uang simpanan pokok khusus, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan mudharabah, simpanan lainnya dikembalikan kepada ahli waris menurut hukum Islam
2. Apabila anggota mengundurkan diri, atau diberhentikan dari anggota, maka uang simpanan pokok khusus, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan mudharabah, simpanan lainnya dikembalikan kepada anggota yang berhenti

BAB XV
JANGKA WAKTU

Pasal 24
KSU Syariah-JCdidirikan untuk jangka waktu tidak terbatas

BAB XVI
KEUNTUNGAN DAN SISA HASIL USAHA

Pasal 25
1. Keuntungan KSU Syariah-JC diperoleh dari pendapatan pembiayaan dikurangi biaya-biaya dan beban bagi hasil
2. Keuntungan dihitung setiap bulan
3. Keuntungan KSU Syariah-JCdipergunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan anggota
4. Keuntungan KSU Syariah-JC dipergunakan untuk :
(a) Zakat 2,5 %
(b) Bagi hasil simpanan anggota
5. Sisa hasil usaha dipergunakan untuk:
(a) Simpanan pokok khusus, simpanan pokok, dan simpanan wajib
(b) Sisa hasil usaha dicadangkan untuk pengembangan
(c) Bonus Pengelola dan Pengurus
(d) Dan lain-lain yang diputuskan dalam rapat anggota

Pasal 26
1. Sisa hasil usaha dihitung setiap akhir bulan
2. Sisa hasil usaha dikeluarkan dari keuntungan setiap akhir tahun

Pasal 27
Perincian lebih lanjut mengenai keuntungan dan sisa hasil usaha ditetapkan dalam ART

BAB XVII
TANGGUNGAN ANGGOTA

Pasal 28
1. Dalam hal terjadi pembubaran KSU Syariah-JC karena kerugian, anggota hanya menanggung kerugian sebatas simpanan pokok khusus, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan lainnya
2. Dalam hal terjadi pembubaran KSU Syariah-JC karena kerugian, nasabah yang bukan anggota tidak menanggung kerugian apapun. Anggota penuh akan menanggung simpanan nasabah
3. Segala persoalan mengenai tindakan atas kejadian yang menyebabkan kerugian, diselesaikan menurut hukum yang berlaku

BAB XVIII
SANKSI

Pasal 29
Terhadap pengurus, pengawas, pengelola, anggota yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar dikenakan sanksi sebagai berikut:
1. Pengurus dapat diberhentikan oleh rapat anggota dan atau diproses melalui ketentuan hukum yang berlaku apabila:
(a) Tidak melakukan tugas pelaksanaan pengelolaan KSU Syariah-JC
(b) Melakukan tindakan yang melanggar AD, ART
(c) Tidak melaksanakan rapat anggota dalam rangka pertanggung jawaban kepada anggota
2. Pengawas syari’ah dapat diganti oleh rapat anggota apabila terbukti:
(a) Tidak melakukan pengawasan terhadap KSU Syariah-JC
(b) Melakukan tindakan yang merugikan KSU Syariah-JC
(c) Melakukan tindakan yang merusak citra KSU Syariah-JC
3. Pengelola dapat diberhentikan oleh pengurus apabila:
(a) Melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan uang KSU Syariah-JC untuk kepentingan pribadi atau pihak lain
(b) Tidak melakukan tugas pengelolaan KSU Syariah-JC
(c) Melakukan tindakan yang melanggar AD, ART
(d) Tidak melaksanakan keputusan hasil rapat anggota, rapat bulanan dengan pengurus
4. Anggota dapat diberhentikan oleh pengurus atas informasi dari pengelola apabila:
(a) Terbukti menyalahgunakan uang KSU Syariah-JC yang mengakibatkan kerugian pada KSU Syariah-JC
(b) Melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik KSU Syariah-JC

BAB XIX
PERSELISIHAN
Pasal 30
1. Setiap perselisihan yang timbul dalam penyelenggaraan KSU Syariah-JC diselesaikan secara internal melalui musyawarah pengelola dan pengurus serta dengan jiwa ukhuwah Islamiyah
2. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan, maka penyelesaiannya menurut ketentuan hukum yang berlaku

BAB XX
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 31
1. Perubahan terhadap anggaran dasar ini hanya dapat dilakukan apabila disetujui sekurang-kurangnya 2/3 suara dari jumlah anggota yang hadir dan memiliki suara dalam rapat anggota.
2. Jika terjadi perubahan terhadap anggaran dasar ini, maka perlu dibuatkan catatan perubahan anggaran dasar dan disampaikan kepada seluruh anggota selambat-lambatnya satu bulan setelah terjadi perubahan.

BAB XXI
PENUTUP

Pasal 32
1. Anggaran dasar ini berlaku sejak ditetapkan oleh rapat anggota.
2. Keputusan lebih lanjut mengenai ketentuan dalam AD ditentukan oleh ART atau Aturan Khusus yang disepakati oleh rapat anggota.

Ditetapkan dalam: Rapat Pengurus dan Pengelola
Pada tanggal : 14 NOVEMBER 2018
Tempat : Rumah UMKM Madura Jokotole Collection
Kecamatan : Bangkalan
Kotamadya : Bangkalan
Propinsi : Jawa Timur

Atas nama seluruh anggota KSU Syariah-JC

Pengurus

Ketua
Wirantono Adiputra, ST.

Sekretaris
Emmy Arisanti, S.Sos.

================================================================================

Bagikan informasi tentang Anggaran Dasar kepada teman atau kerabat Anda.

Anggaran Dasar | Jokotole Collection

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Best Seller
Rp 2.000.000
Ready Stock / Np20
Popular!
Rp 160.000
Ready Stock / IR 4
Popular!
OFF 13%
Rp 1.300.000 Rp 1.500.000
Ready Stock / NP13
SIDEBAR